Sistem Pendidikan

[vc_row top_margin=”none” el_position=”first last”] [vc_column top_margin=”none” width=”2/3″] [box_header title=”1. Kurikulum” type=”h3″ bottom_border=”1″ top_margin=”page_margin_top” el_position=”first”] [items_list type=”items” top_margin_header=”page_margin_top” additembutton=”Add list item” read_more=”0″ top_margin=”page_margin_top”]

a. Pengembangan kurikulum

Kebijakan Universitas Efarina Pematang Raya dalam pengembangan kurikulum yakni berperan membantu, memfasilitasi dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum untuk program studi-program studi, peran yang dilakukan antara lain:

a. mengagendakan  dan menganggarkan  pelaksanaan lokakarya peninjauan kurikulum program studi- program studi yang diselenggarakan setiap 3 (tiga) tahun sekali.

b. Mengkoordinir program studi-program studi untuk bersama-sama melakukan lokakarya peninjauan kurikulum sehingga pelaksanaanya lebih efektik dan efisien.

c.  Pembentukan kepanitiaan pelaksanaan lokakarya peninjauan kurikulum yang disyahkan dalam surat keputusan Ketua.

b. Dukungan Pengembangan Kurikulum

Pengembangan kurikulum berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kualitas lulusan. Bentuk dukungan yang diberikan Universitas Efarina Pematang Raya dalam pengembangan kurikulum ditunjukkan dengan pengendalian pengembangan kurikulum dengan cara memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan bidang pengembangan kurikulum. Kegiatan evaluasi mengenai kurikulum dilakukan setiap tiga tahun sekali. Universitas Efarina Pematang Raya memiliki komitmen untuk mengalokasikan anggaran dan mempersiapkan sumber daya yang dapat digunakan oleh program studi S1 Pendidikan Matematika, S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, S1 Teknik Informatika, S1 Teknik Elektro, S1 Teknik Lingkungan, S1 Farmasi, S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat,  untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan kurikulum.

c. Sistem monitoring dan evaluasi kurikulum

Universitas Efarina Pematang Raya melaksanakan monitoring dan evaluasi pengembangan kurikulum program studi yang dilakukan oleh Lembaga Penjamin Mutu (LPM). Komitmen untuk penjamin mutu secara berkesinambungan diwujudkan dalam bentuk kegiatan audit internal. Kegiatan audit akademik internal bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan standar mutu kurikulum yang ditetapkan oleh Universitas Efarina Pematang Raya. Kegiatan evaluasi dan peninjauan mengenai kurikulum dilakukan setiap tiga tahun sekali.

[/items_list] [box_header title=”2. Monitoring dan evaluasi kurikulum” type=”h3″ bottom_border=”1″ top_margin=”page_margin_top”] [items_list type=”items” top_margin_header=”page_margin_top” additembutton=”Add list item” read_more=”0″ top_margin=”page_margin_top”]

Monitoring pelaksanaan kurikulum dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Mutu bekerja sama dengan masing masing Ketua Program Studi S1 Pendidikan Matematika, S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, S1 Teknik Informatika, S1 Teknik Elektro, S1 Teknik Lingkungan, S1 Farmasi, S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat, S1 Keperawatan, S1 Manajemen, D3 Kebidanan, D3 Analisa Kesehatan, D3 Radiodiagnostik dan Radioterapi, dan D3 Fisioterapi  dengan mengumpulkan umpan balik dari mahasiswa dan dosen. Juga memonitoring jalannya proses pembelajaran dan penerapan kurikulum. Saat ini Universitas Efarina Pematang Raya sedang membentuk Lembaga Penjaminan Mutu di masing-masing program studi agar monitoring dapat dilakukan dan lebih berdayaguna. Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Efarina Pematang Raya telah melakukan tabulasi dan kalkulasi data hasil monitoring sehingga dapat segera diketahui hasil monitoring dan dimanfaatkan untuk tindak lanjut dengan berkoordinasi dengan ketua program studi yang bersangkutan. Evaluasi kurikulum dilakukan minimal setiap empat atau lima tahun dengan melibatkan stakeholder eksternal agar prosedur dan format penyusunannya berstandar. Disamping harus memperhatikan perkembangan Ipteks. Kurikulum juga harus senantiasa sesuai dengan ketentuan dan rambu yang ditetapkan Dikti atau Kemendikbud. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan pada setiap semester  antara lain:

a. perkuliahan yang dilakukan dosen bentuknya  berupa kuisioner yang dijawab oleh mahasiswa.

b.evaluasi materi kuliah terhadap kesesuaian dengan SAP melalui pengamatan   dalam    buku presensi dosen, dan berita acara perkuliahan.

c.proses bimbingan KTI/Skripsi  berupa kartu bimbingan yang dievaluasi oleh program studi.

d.Evaluasi ketersediaan dan kualitas sarana & prasarana berupa kuisioner yang dijawab oleh dosen.

[/items_list] [box_header title=”3. Sistem Pembelajaran” type=”h3″ bottom_border=”1″ top_margin=”page_margin_top”] [items_list type=”items” top_margin_header=”page_margin_top” additembutton=”Add list item” read_more=”0″ top_margin=”page_margin_top”]

  1. Unit pelaksana pengkajian dan pengembangan kurikulum

Lembaga Penjamin Mutu di Universitas Efarina Pematang Raya melaksanakan kegiatan pengkajian dan pengembangan sistem dan mutu pembelajaran. Tujuan Lembaga Penjamin Mutu adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kemampuan para dosen dalam mengelola proses pembelajaran secara terpadu dan berkesinambungan. Tugas Lembaga Penjamin Mutu yakni sebagai pusat pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia akademik dan pusat keunggulan akademik.

        2. Capaian pembelajaran sesuai tujuan kurikulum

        Pengkajian dan pengembangan mutu pemebelajaran dilakukan untuk menjamin ketercapaian tujuan – tujuan kurikulum yang telah ditetapkan masing –  masing program studi. Tujuan kurikulum di program studi S1 Pendidikan Matematika, S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, S1 Teknik Informatika, S1 Teknik Elektro, S1 Teknik Lingkungan, S1 Farmasi, S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat, S1 Keperawatan, S1 Manajemen, D3 Kebidanan, D3 Analisa Kesehatan, D3 Radiodiagnostik dan Radioterapi, dan D3 Fisioterapi  akan tercapai jika standar kompetensi kelulusan terpenuhi. Disamping itu keberhasilan program studi juga diukur dengan terpenuhinya target capaian mutu program studi. Selain memiliki kompetensi dalam aspek kognitif, diharapkan juga lulusan Universitas Efarina Pematang Raya memiliki jiwa disiplin, kreatif dan unggul.

       3. Pemanfaatan hasil pengkajian dan pengembangan mutu pembelajaran

       Hasil monitoring dan evaluasi dari Lembaga Penjamin Mutu ditindaklanjuti dengan melaksanakan perbaikan mutu pembelajaran dan melakukan pelatihan.

[/items_list] [box_header title=”4. Pengendalian mutu proses pembelajaran” type=”h3″ bottom_border=”1″ top_margin=”page_margin_top”] [items_list type=”items” top_margin_header=”page_margin_top” additembutton=”Add list item” read_more=”0″ top_margin=”page_margin_top”]

Sistem pembelajaran yang menjamin mutu penyelenggaraan proses pembelajaran yang baik dicerminkan dengan adanya evaluasi mahasiswa terhadap proses pembelajaran diberlakukan secara berkala dan ditindaklanjuti hasilnya.

Proses Monitoring dan Evaluasi.

Monitoring dan pengendalian pembelajaran dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Efarina Pematang Raya bekerja sama dengan ketua program studi yang dilakukan sepanjang semester dan hasilnya dilaporkan kepada Rektor Universitas Efarina Pematang Raya. Lembaga Penjaminan Mutu telah melakukan monitoring melalui pengumpulan umpan balik dari mahasiswa dan dosen tentang proses pembelajaran tiap mata kuliah pada semester berjalan di seluruh program studi. Ada empat aspek pembelajaran yang menjadi fokus monitoring yaitu :

1. kemampuan dosen dalam perencanaan pembelajaran

2. kemampuan dosen dalam menyiapkan modul pembelajaran

3. kedisiplinan dosen dalam menepati jadwal perkuliahan

4. kemampuan dosen mengajarkan pembelajaran

Pemanfaatan Monev

Hasil monev dimanfaatkan terutama untuk perbaikan sistem pengendalian mutu pembelajaran, perbaikan kinerja dosen dan kinerja pelayanan akademik. Untuk kebutuhan jangka panjang, hasil monev dijadikan acuan pengembangan kurikulum, termasuk pula pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran.

[/items_list] [box_header title=”5. Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi” type=”h3″ bottom_border=”1″ top_margin=”page_margin_top”] [items_list type=”items” top_margin_header=”page_margin_top” additembutton=”Add list item” read_more=”0″ top_margin=”page_margin_top”]

Secara umum proses pengintegrasian kegiatan penelitian dan pengabdian proses pembelajaran di atur dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Implementasi  integrasi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat, membuat standar akademik penelitian yang dilakukan dosen harus untuk menunjang dan menjadi bagian terpadu dari kegiatan pendidikan, pembelajaran, dan pengabdian pada masyarakat, dan melibatkan peran serta mahasiswa. Pengabdian kepada masyarakat harus memberikan masukan baik untuk pendidikan dan pengajaran maupun penelitian. Kegiatan pengabdian masyarakat harus memberi pencerahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di lingkungan lokal, nasional dan internasional.pengeloaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat berbasis program studi. Penelitian, dapat merealisasikan pencapaian misi penelitian lebih relevan pembelajaran. Penelitian yang berbasis program studi tersebut juga harus melibatkan mahasiswa, terutama mahasiswa yang sedang atau akan menyelesaikan tugas akhir. Hasil penelitian yang berbasis program studi tersebut disimpan di dalam perpustakaan sehingga dapat diakses dan dimanfatkan oleh seluruh sivitas akademika.

[/items_list] [box_header title=”6. Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar Akademik, dan Otonomi Keilmuan” type=”h3″ bottom_border=”1″ top_margin=”page_margin_top”] [items_list type=”items” top_margin_header=”page_margin_top” additembutton=”Add list item” read_more=”0″ top_margin=”page_margin_top”]

Kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan telah dilaksanakan secara konsisten. Kebebasan akademik dipahami sebagai kebebasan sivitas akademika untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Kebijakan mengenai Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar Akademik, dan Otonomi Keilmuan di Universitas Efarina Pematang Raya di atur dalam STATUTA Universitas Efarina.

Salah satu contoh kebebasan akademik adalah kegiatan dialog akademik di mana mahasiswa secara bebas dan bertanggung jawab menyampaikan kritik, saran, ide, gagasan dan kebutuhan akademik lainnya. Sedangkan salah satu contoh dari kebebasan mimbar akademik yaitu dosen dan mahasiswa secara bebas dan bertanggungjawab menyampaikan pikiran dan pendapat di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, sesuai dengan kaidah keilmuan. Dosen memiliki kesempatan untuk mengembangkan keilmuannya sesuai dengan kompetensinya dalam bentuk pembelajaran di kelas, dan mendiseminasi hasil-hasil penelitiannya pada forum-forum seminar, dan atau melalui media komunikasi lainnya. Kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan yang dikemukakan di atas telah dilaksanakan secara konsisten dan secara berkala.

[/items_list] [box_header title=”7. Dukungan institusi” type=”h3″ bottom_border=”1″ top_margin=”page_margin_top”] [items_list type=”items” top_margin_header=”page_margin_top” additembutton=”Add list item” read_more=”0″ top_margin=”page_margin_top” el_position=”last”]

Upaya peningkatan suasana akademik di lingkungan Universitas Efarina baik bagi dosen maupun mahasiswa, yaitu dengan melakukan:

  1. Rapat rutin persiapan pelaksanaan perkuliahan setiap awal semester. Rapat tersebut membahas:
    1. Mata kuliah yang diselenggarakan beserta Dosen Pengampu.
    2. Rencana jadwal kuliah.
    3. Evaluasi pelaksanaan proses belajar mengajar semester yang sama (ganjil atau genap) sebelumnya.
    4. Rencana teknis pada semester yang akan diselenggarakan.
    5. Membahas angket penilaian mahasiswa terhadap Dosen.
  2. Rapat kerja bulanan jurusan/Program Studi, Fakultas dan Universitas Efarina. Rapat ini membahas masalah aktual yang ada terkait dengan penyelenggaraan kegiatan akademik, yang mencakup pelaksanaan proses belajar mengajar, aktifitas Dosen dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, dan masalah lain yang dianggap perlu.
  3. Rapat rutin evaluasi PBM dan persiapan ujian yang dilaksanakan setiap menjelang ujian, yang mencakup:
    1. Persiapan ujian tengah semester, akhir semester
    2. Persiapan evaluasi Kerja Praktek, Tugas Terstruktur, Skripsi dan KTI
    3. Persiapan Ujian Skripsi dan KTI
  4. Melaksanakan seminar bulanan yang diwadahi oleh Program Studi.
  5. Memfasilitasi Dosen dalam kegiatan kuliah lapangan sehingga terjadi interaksi antar tim dosen pengasuh mata kuliah dan mahasiswa.
  6. Memfasilitasi himpunan mahasiswa untuk melaksanakan kuliah umum.
  7. Pelibatan Dosen dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru tiap tahun untuk memberikan penjelasan dan pengarahan strategi meraih dalam studi.
  8. Peningkatan keterlibatan dosen dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, melalui:
    1. Penyebarluasan informasi Penelitian dan Pengabdian masyarakat.
    2. Mengirim Dosen untuk mengikuti pertemuan pembinaan LPPM untuk meningkatkan motivasi dalam penelitian dan pengabdian masyarakat
    3. Mengirim Dosen dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan LPPM dalam rangka penyegaran metodologi penelitian dan pengabdian masyarakat
  9. Pembimbingan akademik/perwalian mahasiswa setiap semester, yang mencakup perencanaan perkuliahan, motivasi belajar, dan evaluasi akademik mahasiswa.
  10. Melibatkan mahasiswa dalam penelitian dosen Program Studi, dengan tujuan peningkatan pengalaman mahasiswa dalam kegiatan penelitian skripsi.
  11. Memberikan kepada mahasiswa untuk memasukkan artikel atau tulisan di website kampus setelah melalui editor dosen yang mengasuh web tersebut.

Diberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti lomba atau kontes yang diselenggarakan oleh Kopertis.

[/items_list] [/vc_column] [vc_column top_margin=”none” width=”1/3″] [vc_widget_sidebar sidebar_id=”sidebar-home-right” top_margin=”none” el_position=”first last”] [/vc_column] [/vc_row]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *